"Untaian Kata Rindu yang Setiap Hari Hadir"
Pernah aku merenung, apakah aku akan kuat dalam keadaan ini?
Menata Masa Depan dengan rapi sangatlah membutuhkan perjuangan yang benar-benar harus di tempuh dalam keadaan apapun itu.
Setiap kali aku merenung, "apakah aku bisa jadi apa yang kalian harapkan"??
Aku teringat akan kisah yang dulu ku alami dengan sangat kepiluan.
Dimana aku benar-benar harus terima amarah yang sangat besar hanya karena 'Rangking'.
Aku seolah berada dalam tekanan dan tidak tau sama sekali harus berbuat apa. Karena Ayahku adalah orang pertama yang tidak dapat terima kebodohan yang dimiliki anak-anaknya.
Seperti seorang tersangka kriminal yang di tuntut harus mempertanggung jawabkan kesalahan, kalau tidak ditindak lanjuti lebih dalam.
Menurutku 'Rangking' bukanlah hal yang paling utama dalam proses pendidikan, karena dalam pendidikan tidak hanya rangking yang menjamin kualitas seseorang. Jika dia seorang yang mampu bersaing dalam hal ilmu, justru aku tidak mau bersaing dalam hal ini.
Aku lebih memilih untuk diam dan melihat apa yang mereka persaingkan ya walau menurut mereka aku orang bodoh yang mempersaingkan hal lain selain ilmu.
Bukan tanpa sebab aku memilih tindakan seperti ini, karena aku tau dengan adanya persaingan dalam bidang 'ILMU' pasti akan ada kesombongan yang muncul.
Dengan keadaan seperti ini saja aku mampu mengendalikan pikiran ku agar aku tidak terbawa oleh emosi ku. Sampai aku menyelesaikan sekolah ku dengan baik dan cara ku sendiri tanpa campur tangan seorang ayah.
Rasa sakit hati itu kian muncul karena aku merasa dipojokkan. Namun aku sadar ini adalah kemauanku, ini adalah pilihanku, dan aku harus menjalani nya sampai aku benar-benar puas dan merasa bahwa inilah yang diinginkan hatiku.
Saat harus terpisah jauh dari dia saja, aku harus benar-benar ikhlas, entahlah seperti harus meninggalkan cinta pertamaku demi sebuah cita-cita.
Teringat akan halnya 2 tahun sebelum aku harus meninggalkan mereka, pada saat acara malam tahun baru, dia selalu bertnya 'El, apa yang menjadi cit-citamu?' dengan lantangnya aku menjawab "Ahli Gizi" sampai tahun terakhir aku bersama mereka sebelum berjuang matimatian untuk masuk perguruan tinggi, tetap dengan lantang aku menjawab "Ahli Gizi Pa" !!
Hanya sebuah kalimat yang ku dengar dari bibirnya "Aku mengikhlaskan mu tahun ini melanjutkan kuliah mu langsung dengan kepercayaan yang ku berikan, aku tidak akan menuntutmu kamu harus jadi ini itu untuk masa depanmu, melangkahlah dengan kesungguhn hati dan dengan apa yang membuatmu nyaman karena aku tahu kau bukan saja seorang gadis kecil yang manja dan harus berpangku tangan pada kami, berangkatlah nak kami mendoakan mu jauh dari sini agar apa yang kamu inginkan tercapai".
Keadaan tengah malam itu pecah, saat aku benar-benar mendengar perkataan itu keluar dari bibir seorang ayah. Dia berusaha tegar saat harus melepaskan "Putri Sion" nya melangkah jauh demi cita-citanya.
Saat keberangkatan tiba, aku sama sekali haarus berangkat sendiri tanpa didampingi siapapun itu. Aku sempat merasa ciut karena aku merasa seperti tidak adanya penyokong ataupun yang perduli terhadapku, tapi semua pikiran itu ku singkirkan karena yang aku tahu, 'Kedua orangtua ku sedang mati-matian memperjuangkan pendidikan ku dan ketiga adikku, bukan mau mereka tidak mendampingiku tapi inilah keadaan yang harus diperjuangkan'.
Perpisahan yang harus ku alami, tertanda dengan ku lepaskan satu ciuman kecil di pipi seorang Mama, dan pipi seorang Papa yang sangat-sangat mirip parasnya denganku. Pelukan mesra merekalah yang mengiringi keberangkatanku. 'Aku jauh tapi kemauanku hanya satu, aku tidak ingin terpisah pada saat Natal dan Tahun Baru, maka izinkan aku untuk pulang setiap akhirr tahun' hanya itu yang dapat kuungkapkan. Mereka hanya membalas 'tenanglah, akan ada pelangi sehabis hujan sayangku' ungkap mama.
Sekarang, aku menunggu kepulanganku kapan, karena aku mulai merasakan dilema akan rindu terhadap mereka.
Dan 'BANDARA' adalahtempat dimana aku akan mengatakan "I'm come back" saat aku tiba di sana dan "I must go" saat aku harus kembali ke tempat ku kuliah.
Kenanglah apa yang harus dikenang dan lupakan apa yang harus dilupakan. Agar jalanmu tidak terhambat hanya karena masa lalu yang membuatmu terpuruk.
dari : Putri Sion mu....
"Untaian Kata Rindu yang Setiap Hari Hadir"
18.39 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar